Metabolisme hidrat arang ( karbohidrat )


download 224.51 Kb.
jenengMetabolisme hidrat arang ( karbohidrat )
Kaca1/5
KoleksiDokumen
m.kabeh-ngerti.com > Kimia > Dokumen
  1   2   3   4   5




METABOLISME HIDRAT ARANG ( KARBOHIDRAT )

Mohammad Hanafi, MBBS (Syd)., dr., MS.
PENGANTAR

Metabolisme Karbohidrat dimulai dengan pencernaan Amilum dalam usus halus. Hasil pencernaan berupa monosakarida diserap oleh usus halus. Glukosa merupakan senyawa utama yang paling banyak dibicarakan dalam metabolisme Karbohidrat. Rangkaian reaksi yang membentuk beberapa jalur, seperti glikolisis, glikogen sintesis dan pemecahannya, HMP Shunt, glukoneogenesis, asam uronat sebenarnya adalah merupakan catabolisme glukosa. Metabolisme fruktosa dan galaktosa juga diterangkan. Dalam bab kontrol metabolisme Karbohidrat dite-rangkan bagaimana metabolisme Karbohidrat terorganisasi dan terkoordinasi. Pengaruh hormon terhadap metabolisme Karbohidrat juga disinggung baik dalam tiap-tiap jalur dan juga ada bab tersendiri. Juga dikenalkan secara singkat tentang aspek klinik dari metabolisme karbohidrat.

Metabolisme Karbohidrat adalah salah satu Bab dari Ilmu Biokimia, yang merupakan Ilmu Kedokteran Dasar dan harus dimiliki oleh mahasiswa kedokteran.Dengan mempelajari Ilmu Biokimia, maka dapat mengerti mekanisme terjadinya penyakit.. Contoh yang mudah dipahami adalah Diabetes Mellitus. Dilihat dari sudut pandang metabolisme Karbohidrat, dapat di-terangkan kenapa timbul gejala (sering kencing). Mekanisme bagaimana terjadinya hiperglikemi, dan tak kalah pentingnya mekanisme kerja obat untuk menurunkan hiperglikemi; semuanya ini dapat diterangkan dengan Ilmu Biokimia. Salah satu jalur dalam metabolisme Karbohidrat dapat mengurangi jumlah reactif oksigen ( H2O2 ) yang penting artinya untuk integritas sel darah merah dan banyak lagi manfaat yang diperoleh dari mempelajari mata kuliah ini.Oleh karena itu, mata kuliah ini ditawarkan untuk membantu anda memperoleh pemahaman yang komprehensif yang akan dapat nantinya digunakan dalam pekerjaan anda sebagai dokter.

Setelah menyelesaikan semester IV, mahasiswa Fakultas Kedokteran diharapkan dapat :

1.menerangkan pencernaan Amilum dalam usus halus dan menyebut dua monosakarida yang diserap secara aktif oleh mukosa usus halus.

2.menerangkan jalur Glikolisis

3.menerangkan metabolisme Glikogen

4.menerangkan jalur Glukoneogenesis

5.menerangkan jalur “Hexose Mono Phosphate Shunt” ( HMP Shunt ).

6.menerangkan jalur Asam Uronat “Uronic acid pathway”

7. menyebut tiga senyawa yang mengandung Heksosamin

8.menerangkan metabolisme Fruktosa

9.menerangkan metabolisme Galaktosa

10.menerangkan kontrol metabolisme karbohidrat
11.menerangkan peran 3 hormon dalam metabolisme karbohidrat

12.menunjukkan aspek klinik dari metabolisme karbohidrat

Pokok Bahasan :

No.

Tujuan Instruksional

khusus

Pokok Bahasan

Sub Pokok

Bahasan

1

2

3

4


1
2

3
4


5

6


7


8

9


10
11

12


TIK 1

Menerangkan pencernaan Amilum dalam usus halus dan penyerapannya


TIK 2

Menerangkan jalur Glikolisis


TIK 3

Menerangkan metabolisme Glikogen

TIK 4

Menerangkan jalur Glukoneogenesis

TIK 5

Menerangkan jalur “Hexose Mono Phosphate Shunt” ( HMP Shunt ).

TIK 6

Menerangkan jalur Asam Uronat

“Uronic acid pathway”
TIK 7

Menyebut tiga senyawa yang mengandung Heksosamin
TIK 8

Menerangkan metabolisme Fruktosa
TIK 9

Menerangkan metabolisme

Galaktosa
TIK 10

Menerangkan kontrol metabolisme

Karbohidrat


TIK 11

Menerangkan peran 3 hormon dalam

metabolisme karbohidrat

TIK 12

Menunjukkan aspek klinik dari

metabolisme karbohidrat



PB 1

Amilum

Amilase

Penyerapan :

aktif dan pasif

Aerob, unaerob

Fungsi

enzim-enzim kunci

Glikogenesis

Glikogenolisis

Substrat glukoneogenesis

enzim-enzim kunci
Tempat terjadinya

(otot, selain otot)

Fungsi

enzim-eznim kunci
Pembentukan Glukoronat

asam askorbat
Heparin,

Hialuronat,

Khondroitin
Fruktosa

Sorbitol
Rangkaian reaksi


Sistemik (Glukosa darah)

Intra selluler

Hubungan inter jalur
Epinefrin

Glukagon, insulin


Dalam :

Eritrosit,hepar,otot,

dan dalam darah


SPB 1

Aktivator dan

Inhibitor

Pengaruh hormon
Dalam :

hepar dan otot

Pengaruh hormon

Aspek klinik
Aspek klinik

(dalam eritrosit, hepar dan paru)

Aspek klinik

Aspek klinik

Enzim-enzim kunci

Aktivator inhibitor


Untuk memperoleh pemahaman secara komprehensif mahasiswa diharapkan mengerjakan latihan soal yang ada di akhir bab-bab tertentu.

Tahapan kemampuan yang harus dimiliki :

T.I.U.

Mahasiswa FK semester IV, mampu

Menerangkan metabolisme Karbohidrat

dalam tubuh manusia







T.I.K.

Mampu menunjukkan aspek klinik metabolisme Karbohidrat



-
T.I.K.

Mampu menerangkan kontrol

Metabolisme Karbohidrat

T.I.K.

Mampu menerangkan peran tiga

Hormon dalam met. Karbohidrat
------------------------------------------------------------------------------------------------------


-------------------------------------------------------------------------------------------------------



--------------------------------------------------------------------------------------------------------


T.I.K.

Mampu menerangkan

Metabolisme Fruktosa

T.I.K.

Mampu menerangkan

metabolisme Galaktosa

-----------------------------------------------------------------------------------------------------



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


T.I.K.

Mampu menerangkan

Jalur HMP Shunt

T.I.K.

Mampu menerangkan

Jalur Asam Uronat

T.I.K.

Mampu menyebut

Tiga senyawa yang mengandung Heksosamin


-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------



--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------


T.I.K.

Mampu menerangkan

Glukoneogenesis

T.I.K.

Mampu menerangkan

Metabolisme Glikogen

T.I.K.

Mampu menerangkan

Glikolisis



-------------------------------------------------------------------------------------------------




T.I.K.

Menerangkan percernaan

Amilum dalam usu halus

T.I.K.

Menyebut dua monosakarida yang diserap secara aktif
-----------------------------------------------------------------------------------------------------



1. PENDAHULUAN


Hidrat arang (karbohidrat) merupakan makanan pokok kita bangsa Indonesia. Pada umumnya sumber karbohidrat dalam makanan berasal dari beras, namun ada juga yang berasal dari sagu, ketela pohon atau jagung.

Di negara yang sudah maju, daging merupakan menu utama dari makanan mereka. Karbohidrat dalam daging namanya glikogen.

Karbohidrat merupakan senyawa biomolekul yang paling banyak jumlahnya di permukaan bumi ini. Polimer karbohidrat yang tidak larut merupakan pelindung dan membentuk dinding sel bakteri; pada tumbuhan senyawa ini berfungsi sebagai penopang dan pada binatang berfungsi sebagai jaringan ikat dan "cell coat".

Fungsi utama dari metabolisme karbohidrat adalah untuk menghasilkan energi dalam bentuk senyawa yang mengandung ikatan fosfat bertenaga tinggi.



2. PENCERNAAN KARBOHIDRAT


Pencernaan karbohidrat terjadi terutama di usus kecil. Enzim amilase yang disekresi pankreas, dengan pH optimum 7 memerlukan ion Cl secara mutlak, menghidrolisis amilosa menjadi maltosa dan glukosa. Amilum (starch) dan glikogen yang telah mengalami hidrasi (hydrated starch) akan dicerna oleh amilase pankreas dan menghasilkan maltosa [-Glk(1 4)Glk], trisakarida maltotriosa [-Glk(14) Glk(14) Glk], a-limit dextrins dan sedikit glukosa. Dapat juga menghasilkan isomaltosa.

Amilase merupakan endopolisakaridase jadi tidak bisa memotong glukosa yang terletak di ujung cabang; -amilse tidak bisa memutus ikatan -(14) pada glukosa yang terletak pada titik cabang; lihat gambar dibawah ini !

Enzim-enzim yang dapat menghidrolisis disakarida terdapat pada "brush border", dengan nama umum disakaridase. Hasil utama hidrolisis disakarida adalah glukosa, galaktosa, dan fruktosa. Monosakarida yang telah diserap masuk ke vena porta setelah melalui hepar dan jantung beredar keseluruh tubuh. Selulosa tidak dapat dicerna oleh manusia, akhirnya akan dikeluarkan bersama/membentuk feses.

Monosakarida diserap dengan kecepatan yang berbeda. Urutan menurut kecepatannya adalah sebagai berikut : galaktosa, glukosa, fruktosa, mannosa, xilosa (xylosa) dan arabinosa. Galaktosa dan glukosa diserap secara aktif.

Gambar a : Cara kerja enzim amilase



6 = isomaltosa, dekat titik cabang.

Latihan :

1.Terangkan bagaimana enzim amilase bekerja, apa yang dihasilkan

2.Monosakarida apa saja yang diserap secara aktif.


Catatan :

3. PEMBAGIAN METABOLISME KARBOHIDRAT


Untuk mempermudah mempelajari metabolisme karbohidrat, maka dibagi menjadi beberapa jalur metabolisme. Namun hendaknya diingat bahwa dalam tubuh, jalur-jalur ini merupakan kesatuan, yang mana jalur yang paling banyak dilalui tergantung pada keadaan (status nutrisi) waktu itu.

Pembagiannya adalah:

3.1.Glikolisis ("glycolysis")

3.2.Glikogenesis ( "glycogenesis" ).

3.3.Glikogenolisis ( "glycogenolysis" ).

3.4.Oksidasi asam piruvat.

3.5.Jalur fosfoglukonat oksidatif ( "Hexose Mono-phosphate Shunt" atau "Pentose Phosphate Pathway" ).

3.6.Glukoneogenesis ( "gluconeogenesis" ).

3.7.Metabolisme fruktosa, galaktosa dan heksosamin


4. G L I K O L I S I S

Glikolisis adalah pemecahan glukosa menjadi asam piruvat atau asam laktat. Jalur ini terutama terjadi dalam otot bergaris, yang dimaksudkan untuk menghasilkan energi (ATP). Apabila glikolisis terjadi dalam suasana anaerobik maka akan berakhir dengan asam laktat, dan menghasilkan dua ATP, apabila dalam keadaan aerobik berakhir menjadi asam piruvat dengan 7 ATP (Harper 28).( gambar-1).

4.1.Tahapan reaksi glikolisis.

Jalur ini disebut juga jalur Embden-Meyerhof. Semua enzim yang terlibat terdapat dalam fraksi ekstra mitokhondria (dalam sitosol). Mula-mula glukosa mengalami esterifikasi dengan fosfat, reaksi ini disebut juga fosforilasi glukosa oleh ATP menjadi glukosa 6-P.
Heksokinase (glukokinase)

Mg++

D-glukosa + ATP  D-glukosa 6-P + ADP.
Reaksi ini memerlukan ion Mg++ sebagai kofaktor.

Dalam sel , sedikit sekali glukosa berada sebagai glukosa bebas, sebagian besar terdapat dalam bentuk ester glukosa 6-P. Reaksi ini dikatalisis dua enzim : hexokinase dan glukokinase.

Hexokinase terdapat dalam ber-macam2 sel, kecuali di sel pankreas. Enzim ini sesuai dengan namanya dapat pula mengkatalisis esterifikasi heksosa lainnya dengan ATP; contoh: fruktosa menjadi fruktosa 6-P. Dalam sel binatang dan manusia enzim ini merupakan enzim regulator, karena dapat dihambat oleh hasil reaksinya.

Glukokinase terdapat dalam hepar dan pankreas. Mempunyai Km untuk D-glukosa jauh lebih tinggi dari enzim hexokinase. Glukokinase memerlukan glukosa lebih tinggi untuk menjadi aktif bila dibandingkan dengan heksokinase (gambar 28)

Berbeda dengan heksokinase glukokinase tidak dihambat oleh hasil reaksinya yaitu glukosa 6-P. Glukokinase berperan biasanya pada waktu kadar glukosa darah tinggi (sesudah makan). Pada penderita Diabetes Mellitus enzim ini jumlahnya berkurang.

Reaksi fosforilasi ini boleh dikatakan reaksi satu arah.

Selanjutnya glukosa 6-P diubah menjadi fruktosa 6-P. Reaksi ini dikatalisis enzim fosfoheksosa isomerase, dimana terjadi aldosa-ketosa isomerasi. Hanya D-anomer dari glukosa 6-P yang bisa dipakai sebagai substrat. Reaksi ini merupakan reaksi bolak-balik.

Reaksi selanjutnya adalah pembentukan fruktosa 1,6-difosfat oleh enzim fosfofruktokinase-1 (PFK-1). Reaksi ini boleh dikatakan reaksi satu arah. Enzim fosfofruktokinase-1 merupakan enzim yang bisa diinduksi. Enzim ini memegang peran yang penting dalam mengatur kecepatan glikolisis.
fosfofruktokinase-1

Fruktosa 6-P + ATP  Fruktosa 1,6-BP + ADP.

Mg++
Aktifitas enzim ini meningkat apabila konsentrasi ADP, AMP, fosfat inorganik ( Pi ), NH3, F2,6 BP, dan glukose 6P meningkat. Enzim fosfofruktokinase-1 dihambat oleh ATP, asam sitrat dan 2,3-DP gliserat (dalam sel darah merah). Apabila pemakaian ATP meningkat (kadar ATP menurun) maka aktifitasnya meningkat, sebaliknya apabila kadar ATP tinggi aktifitas enzim tersebut menurun. Enzim ini juga dihambat oleh meningkatnya kadar asam lemak bebas, sehingga apabila senyawa ini meningkat dalam darah, yang akhirnya masuk ke dalam sel , maka pemakaian glukosa akan berkurang. Keadaan ini bisa terjadi pada waktu kelaparan, yang mana juga dapat terbentuk senyawa keton.
Peran fruktosa 2,6 bisfosfat (dalam hepar).

Dalam hepar fruktosa 2,6-bisfosfat merupakan allosterik efektor positif yang paling kuat bagi enzim fosfofruktokinase-1, dan merupakan inhibitor bagi enzim fruktosa 1,6-bisfosfatase ("enzim glukoneogenesis"). Fruktosa 2,6-bisfosfat menghilangkan pengaruh hambatan (inhibisi) ATP terhadap fosfofruktokinase-1, dan meningkatkan affinitas enzim ini terhadap fruktosa 6-P. Fruktosa 2,6-bisfosfat menghambat fruktosa-1,6-bisfosfatase dengan jalan meningkatkan harga Km untuk fruktosa-1,6-bisfosfat. Kadar fruktosa 2,6-bisfosfat dibawah pengaruh kontrol substrat dan hormonal ( gambar-2 ).

Fruktosa 2,6-bisfosfat dibentuk dengan fosforilasi fruktosa 6-fosfat (fruktosa 6-P) yang dikatalisis enzim fosfofruktokinase-2 (PFK-2). Enzim yang sama bertanggung jawab juga terhadap pemecahan fruktosa 2,6 bisfosfat (F 2,6-BP), karena enzim ini mempunyai aktifitas fruktosa 2,6 bisfosfatase, namun enzim ini telah mengalami fosforilase menjadi PFK-2P (fosfo frukto kinase fosfat). Aktifitas bifungsi enzim fosfofruktokinase-2 ini dibawah pengaruh (kontrol) allosterik fruktosa 6-P. Apabila kadar senyawa ini meningkat, sebagai akibat meningkatnya kadar glukosa, maka akan meningkatkan aktifitas fosfofruktokinase-2 pada waktu yang sama aktifitas fosfatasenya menurun. Apabila kita memerlukan glukosa (pada waktu puasa), dengan perkataan lain glukosa darah menurun, glukagon akan menyebabkan terbentuknya cAMP, selanjutnya "cAMP- dependent protein kinase" teraktifasi, yang menyebabkan fosfofruktokinase-2 dihambat, sedangkan aktifitas fruktosa 2,6BPase meningkat, karena diubah menjadi PFK-2P.

Dalam keadaan dimana kadar glukosa meningkat, menyebabkan fruktosa 6P meningkat, ini memacu PFK-2 membentuk fruktosa 2,6 bisfosfat. Selanjutnya F 2,6 BP akan merangsang aktifitas fosfofruktokinase-1 dan menghambat fruktosa 1,6 bisfosfatase.
Fruktosa 1,6-BP akan dipecah menjadi dua triosa oleh enzim aldolase.

Aldolase

Fruktosa 1,6-BP  Dihidroksi asetonfosfat + gliseraldehida 3-P
Pada sel binatang sedikitnya ada dua macam aldolase, aldolase A yang terdapat dalam sebagian besar jaringan , aldolase B terdapat dalam sel hepar dan ginjal. Semuanya terdiri dari empat subunit polipeptida yang berbeda komposisi asam aminonya.
Gliseraldehida 3-fosfat  Dihidroksi asetonfosfat (DHAP).
Kedua triosa tersebut diatas "interconverted", dapat saling berubah dengan adanya enzim fosfotriosa isomerase.

Sampai dengan reaksi ini satu glukosa terpakai dan memerlukan dua ATP.

Selanjutnya glikolisis berjalan dengan oksidasi gliseraldehid 3-fosfat (gliseraldehida 3-P) menjadi 1,3-bisfosfogliserat. Karena adanya enzim fosfotriosa isomerase, dihidroksi asetonfosfat juga dioksidasi.Enzim yang bertanggung jawab pada reaksi ini adalah gliseraldehida 3-P dehidrogenase yang mana aktifitasnya tergantung adanya NAD+. Enzim ini terdiri dari empat polipeptida yang identik membentuk tetramer. Empat gugusan -SH terdapat pada tiap polipeptida, mungkin berasal dari residu sistein (cysteine). Satu gugusan -SH terdapat pada "active site". Reaksinya berjalan sebagai berikut ( gambar-3 ):

Mula-mula substrat berikatan dengan "cysteinyl moiety" pada dehidrogenase membentuk suatu tiohemiasetal, yang kemudian dioksidasi menjadi tiol-ester. Atom hidrogen yang terlepas dipindah pada NAD+ yang terikat pada enzim. NADH yang terbentuk,akan terikat pada enzim juga tapi tidak sekuat NAD+, sehingga NADH ini mudah diganti oleh NAD+ yang lain.

Energi yang terjadi pada oksidasi ini terwujud dalam ikatan sulfat energi tinggi, yang kemudian dengan fosforolisis menjadi ikatan fosfat energi tinggi pada posisi satu dari 1,3-bisfosfo-gliserat.Pada fosforolisis diatas, Pi ditambahkan dan enzim bebas serta gugus -SH bebas terbentuk. Fosfat berenergi tinggi ini ditangkap menjadi ATP pada reaksi dengan ADP yang dikatalisis enzim fosfogliserat kinase. Reaksi ini menghasilkan 3-fosfogliserat.

Jadi oksidasi fosfogliseraldehid menjadi fosfogliserat, dimana terlepas suatu energi, energi ini dipakai oleh reaksi pengambilan fosfat inorganik dan sintesis ATP; rangkaian reaksi-reaksi ini merupakan suatu "coupled reaction".

Karena ada dua molekul triosafosfat yang dioksidasi, maka akan terbentuk dua molekul ATP. Pada reaksi ini NAD+ tereduksi menjadi NADH. Reaksi tersebut diatas adalah suatu contoh dari fosforilasi pada tingkat substrat.

Apabila ada asam arsenat, maka zat ini akan berkompetisi dengan Pi yang akan menghasilkan arseno-3-fosfogliserat, yang akan terhidrolisis spontan menghasilkan 3-fosfogliserat tanpa menghasilkan ATP. Ini suatu contoh arsenat dapat "uncoupled" oksidasi dan fosforilasi.

Selanjutnya 3-fosfogliserat diubah menjadi 2-fosfogliserat oleh enzim fosfogliserat mutase.

Reaksi berikutnya dikatalisis oleh enzim enolase; pada reaksi ini terjadi perubahan struktur molekul hingga terbentuk ikatan fosfat bertenaga tinggi pada posisi 2, yaitu fosfoenolpiruvat.

Enolase dihambat oleh fluorida ( F ). Dalam praktek fluorida ditambahkan ke dalam larutan pada penentuan glukosa,juga kedalam pasta gigi. Kerja enzim ini tergantung adanya Mn++ atau Mg++. Reaksinya sebagai berikut:
2-fosfogliserat  Fosfoenolpiruvat + H2O.
Fosfat bertenaga tinggi dari fosfoenolpiruvat dipindah ke ADP menjadi ATP, yang dikatalisis enzim piruvat kinase.
Reaksinya:

ADP ATP



Fosfoenolpiruvat  Enolpiruvat

Piruvat kinase
Enzim piruvat kinase hepar berbeda sifatnya dengan enzim piruvat kinase otot. Pada otot konsentrasi ATP yang tinggi akan menghambat enzim ini. Pada hepar enzim ini dapat dihambat oleh ATP dan alanin, tapi adanya fruktosa 1,6-difosfat dengan konsentrasi tinggi, akan dapat menghilangkan hambatan ini. Dalam hepar enzim ini dihambat juga oleh asam lemak rantai panjang dan asetil-KoA.

Dalam hepar glukagon menghambat glikolisis dan merangsang glukoneogenesis dengan meningkatkan konsentrasi cAMP. Senyawa ini kemudian mengaktivasi "cAMP dependent protein kinase". Protein kinase yang aktif ini akan mengkatalisis fosforilasi enzim piruvat kinase menjadi piruvat kinase-P. Enzim piruvat kinase-P merupakan bentuk tidak aktif. Dengan demikian glukagon menghambat glikolisis.

Sampai dengan reaksi ini hasil netto dari perubahan glukosa menjadi dua asam piruvat adalah dua NADH dan dua ATP, yaitu pada awal jalur ini dibutuhkan dua ATP dan kemudian menghasilkan empat ATP. Dalam keadaan aerobik NADH dengan menggunakan rantai respirasi dapat diubah menjadi 2,5 ATP (Harper 28).

Pada keadaan anaerobik reoksidasi NADH melalui rantai respirasi tidak berjalan. Asam piruvat akan dirubah menjadi asam laktat, yang dikatalisis enzim laktat dehidrogenase.
Reaksinya:

laktat dehidrogenase

Asam piruvat + NADH  L-laktat + NAD+
Dengan demikian reoksidasi NADH melalui asam laktat memungkinkan glikolisis berlangsung tanpa oksigen, karena NAD+ yang terbentuk cukup untuk kebutuhan enzim gliseraldehid-3-fosfat dehidrogenase. Jadi jaringan pada keadaan hipoksia ada tendensi untuk membentuk asam laktat, terutama dalam otot bergaris. Asam laktat yang terbentuk akan masuk ke peredaran darah dan bisa didapatkan dalam urine.
4.2 SEL DARAH MERAH

Glikolisis dalam eritrosit sekalipun dalam keadaan aerobik akan menghasilkan asam laktat, karena enzim-enzim yang dapat mengoksidasi asam piruvat secara aerobik tidak ada dalam sel darah merah.

Dalam eritrosit golongan mammalia tahapan yang dikatalisis fosfogliserat kinase di " by passed " dengan adanya enzim bisfosfogliserat mutase dan enzim 2,3-bisfosfogliserat fosfatase (gambar-4). Akibat adanya dua enzim ini ATP tidak terbentuk dan ini memungkinkan glikolisis berlangsung apabila kebutuhan ATP minimum. 2,3-bisfosfogliserat bergabung dengan hemoglobin sehingga menyebabkan affinitas hemoglobin terhadap oksigen menurun. Kurve dissosiasi oksigen hemoglobin bergerak ke kanan. Dengan demikian adanya 2,3-bisfosfogliserat dalam sel darah merah membantu pelepasan oksigen untuk keperluan jaringan.

Reaksinya :

Enzim 1

1,3-bisfosfogliserat  2,3-bisfosfogliserat
Enzim 2 

3-fosfogliserat.

Enzim 1 : bisfosfogliserat mutase

Enzim 2: 2,3-bisfosfogliserat fosfatase
Dalam glikolisis ada tiga reaksi boleh dikatakan secara fisiologis satu arah, yaitu reaksi yang dikatalisis enzim-enzim :

1. heksokinase ( dan glukokinase )

2. fosfofruktokinase

3. piruvat kinase


Latihan / cek list .

1.Apa fungsi glikolisis

2.Tulisllah rangkaian reaksi glikolisis

3.Terangkan :

3.1.cara kerja enzim-enzim berikut :

heksokinase/glukokinase

fosfofruktokinase 1 (Phospho Fructo Kinase 1 = PFK-1)

PFK-2

Piruvat kinase

3.2.apa saja yang mempengaruhi kerjanya ( menghambat atau meningkatkan )

4.Mengapa anaerobik dan aerobik berbeda 5 ATP?

5.Terangkan peran Fruktosa 2,6 BP

6.Terangkan glikolisis dalam sel darah merah.

7.Terangkan pengaruh hormon glukagon terhadap PFK-2 dan enzim piruvat kinase
Catatan :
  1   2   3   4   5

Share ing jaringan sosial


Similar:

Konsumsi Zat Gizi Secara Berlebihan Pengaruh Karbohidrat bagi Kesehatan

Asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan metabolisme pada sistem muskuloskeletal

Diabetes melitus gestational adalah keadaan intoleransi karbohidrat...

Adalah senyawa organik yg diperlukan tubuh dalam jumlah kecil untuk...

Hypocalcaemia dapat disebut juga paresis puerpuralis, milk fever,...

Medicine


Nalika Nyalin materi nyedhiyani link © 2000-2017
kontak
m.kabeh-ngerti.com
.. Home