Pengertian/ Istilah dalam Gizi


download 115.73 Kb.
jenengPengertian/ Istilah dalam Gizi
Kaca1/3
KoleksiDokumen
m.kabeh-ngerti.com > Kimia > Dokumen
  1   2   3
KONSEP DASAR GIZI

Pengertian/ Istilah dalam Gizi

  1. Gizi

Kata “gizi” berasal dari bahasa Arab ghidza, yg berarti “makanan”. Gizi adalah substansi organic dan nonorganic yang ditemukan dalam makanan dan dibutuhkan oleh tubuh agar dapat berfungsi dengan baik (Kozier, 2004). Gizi merupakan bagian dari proses kehidupan dan proses tumbuh kembang manusia, sehingga pemenuhan kualitas tumbuh kembang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dimasa yang akan datang. Kebutuhan gizi seseorang ditentukan oleh factor usia, jenis kelamin, jenis kegiatan dan lain sebagainya (BKKBN, 1998).

  1. Ilmu Gizi (Nutrience Science)

  • Ilmu yang mempelajari segala sesuatu tentang makanan dalam hubungannya dengan kesehatan optimal/ tubuh.

  • Ilmu tentang makanan, zat-zat gizi, dan substansi yang terkandung didalamnya, peran dan keseimbangannya, untuk kesehatan dan masalah kesehatan.

  • Ilmu yang menggunakan berbagai disiplin ilmu dasar, seperti biokimia, ilmu hayat (fisiologi), ilmu penyakit (patologi), dan beberapa ilmu lainnya. Jadi untuk menguasai bagian-bagian ilmu dasar tersebut yang relevan dengan kebutuhan ilmu gizi (Ahmad,2004).

  1. Zat Gizi (Nutrients)

Zat Gizi (Nutrients) adalah ikatan kimia yang diperlukan tubuh untuk melakukan fungsinya, yaitu menghasilkan energi, membangun dan memelihara jaringan serta mengatur proses-proses kehidupan. Setiap nutrient memiliki komposisi kimia tertentu yang akan menampilkan sekurang-kurangnya satu fungsi khusus pada saat makanan dicerna dan diserap oleh tubuh.

  1. Pangan adalah istilah umum untuk semua bahan yang dapat dijadikan makanan.

  2. Makanan adalah bahan selain obat yang mengandung zat-zat gizi dan atau unsur-unsur/ikatan kimia yang dapat diubah menjadi zat gizi oleh tubuh, yang berguna bila dimasukkan ke dalam tubuh.

  3. Bahan makanan adalah makanan dalam keadaan mentah.

  4. Status gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variable tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variable tertentu. Contoh: gondok endemic merupakan keadaan tidak seimbangnya pemasykan dan pengeluaran yodium dalam tubuh.

Sejarah Perkembangan Ilmu Gizi

Berdiri tahun 1926, oleh Mary Swartz Rose saat dikukuhkan sebagai profesor ilmu gizi di Universitas Columbia, New York, AS. Pada zaman purba, makanan penting untuk  kelangsungan hidup. Sedangkan pada zaman Yunani, tahun 400 SM ada teori Hipocrates yang menyatakan bahwa makanan sebagai panas yang dibutuhkan manusia, artinya manusia butuh makan.

Beberapa penelitian yang menegaskan bahwa ilmu gizi sudah ada sejak dulu, antara lain:

  1. Penelitian tentang Pernafasan dan Kalorimetri – Pertama dipelajari oleh Antoine Lavoisier  (1743-1794). Mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan  penggunaan energi makanan yang meliputi  proses pernafasan, oksidasi dan kalorimetri. Kemudian berkembang hingga awal abad 20, adanya  penelitian tentang pertukaran energi dan sifat-sifat bahan  makanan pokok.

  2. Penemuan Mineral – Sejak lama mineral telah diketahui dalam tulang dan gigi. Pada tahun 1808 ditemukan kalsium. Tahun 1808, Boussingault menemukan zat besi sebagai zat esensial. Ringer (1885) dan Locke (1990), menemukan cairan tubuh perlu konsentrasi elektrolit tertentu. Awal abad 20, penelitian Loeb tentang pengaruh konsentrasi garam natrium, kalium dan kalsium klorida terhadap jaringan hidup.

  3. Penemuan Vitamin – Awal abad 20, vitamin sudah dikenal. Sejak tahun 1887-1905 muncul penelitian-penelitian dengan makanan yang dimurnikan dan makanan utuh. Dengan hasil: ditemukan suatu zat aktif dalam makanan yang tidak tergolong zat gizi utama dan berperan dalam pencegahan penyakit (Scurvy dan Rickets). Pada tahun 1912, Funk mengusulkan memberi nama vitamine untuk zat tersebut. Tahun 1920, vitamin diganti menjadi vitamine dan diakui sebagai zat esensial.

  4. Penelitian Tingkat Molekular dan Selular – Penelitian ini dimulai tahun 1955, dan diperoleh pengertian tentang struktur sel yang rumit serta peranan kompleks dan vital zat gizi dalam pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel. Setelah tahun 1960, penelitian bergeser dari zat-zat gizi esensial ke inter relationship antara zat-zat gizi, peranan biologik spesifik, penetapan kebutuhan zat gizi manusia dan pengolahan makanan thdp kandungan zat gizi.

  5. Keadaan Sekarang – Muncul konsep-konsep baru antara lain: pengaruh keturunan terhadap kebutuhan gizi; pengaruh gizi terhadap perkembangan otak dan perilaku, kemampuan bekerja dan produktivitas serta daya tahan terhadap penyakit infeksi. Pada bidang teknologi pangan ditemukan : cara mengolah makanan bergizi, fortifikasi bahan pangan dengan zat-zat gizi esensial, pemanfaatan sifat struktural bahan pangan, dsb. FAO dan WHO mengeluarkan Codex Alimentaris (peraturan food labeling dan batas keracunan).


Ruang Lingkup Ilmu Gizi

Secara klasik kata gizi hanya dihubungkan dengan kesehatan tubuh, serta mengatur proses-proses kehidupan dalam tubuh.Sekarang ini kata gizi mempunyai pengertian yang lebih luas.Disamping untuk kesehatan, gizi dikaitkan dengan potensi ekonomi seseorang karena gizi berkaitan dengan perkembangan otak, kemampuan belajar, dan produktivitas kerja. Dimulai dari cara produksi pangan, perubahan pascapanen (penyediaan pangan, distribusi dan pengolahan pangan, konsumsi makanan serta cara pemanfaatan makanan oleh tubuh yang sehat dan sakit).

Ilmu gizi berkaitan dengan ilmu agronomi, peternakan, ilmu pangan, mikrobiologi, biokimia, faal, biologi molekular dan kedokteran.Informasi gizi yang diberikan pada masyarakat, yang meliputi gizi individu, keluarga dan masyarakat; gizi institusi dan gizi olahraga.

Perkembangan gizi klinis :

  • Anamnesis dan pengkajian status nutrisi pasien.

  • Pemeriksaan fisik yang berkaitan dengan defisiensi zat besi.

  • Pemeriksaan antropometris dan tindak lanjut terahdap gangguannya.

  • Pemeriksaan radiologi dan tes laboratorium dengan status nutrisi pasien.

  • Suplementasi oral, enteral dan parenteral.

  • Interaksi timbal balik antara nutrien dan obat-obatan.

  • Bahan tambahan makanan (pewarna, penyedap dan sejenis serta bahan-bahan kontaminan).

Fungsi Zat Nutrisi Bagi Tubuh

Zat nutrisi

Fungsi

Karbohidrat

Protein
Lemak

Vitamin

Mineral
Air

Sebagai sumber energy

Penting untuk pertumbuhan dan penggantian jaringan yang rusak serta sebagai sumber energy

Sebagai sumber energy

Mengatur proses-proses dalam tubuh

Mengatur proses-proses dalam tubuh, sebagian digunakan untuk pertumbuhan dan penggatian jaringan

Penting untuk kelangsungan proses-proses dalam tubuh


Pengelompokan Zat Gizi

Menurut Kebutuhan terbagi dalam dua golongan besar yaitu makronutrien dan mikronutrien.

    1. Makronutrien, adalah zat gizi yang diperlukan dalam jumlah besar dalam tubuh yang menghasilkan energi / KHPL. Merupakan komponen terbesar dari susunan diet, berfungsi untuk menyuplai energi dan zat-zat esensial (pertumbuhan sel/ jaringan), pemeliharaan aktivitas tubuh. Yang termasuk zat makronutrien adalah Karbohodrat (hidrat arang), lemak, protein.

        1. Karbohidrat.

Karbohidrat adalah kelompok nutrient yang penting dalam susunan makanan yang berfungsi sebagai sumber energy bagi tubuh. Senyawa ini mengandung unsure karbon, hydrogen, dan oksigen; dihasilkan oleh tanaman melalui proses fotosintesis yang dapat dinyatakan dengan persamaan berikut.

6CO2+6H2O C6H12O6 + 6O2

Jenis-jenis karbohidrat

  1. Monosakarida. Gula monosakarida umumnya terdapat dalam panganan. Gula jenis ini mengandung enam atom karbon, dan mempunyai rumus umum C6H12O6. Ada tiga senyawa monosakarida yang paling penting yaitu,

  • Glukosa(dekstrosa). Kadar glukosa yang tinggi ditemukan pada buah anggur, sedangkan kadar yang lebih rendah dijumpai pada sayuran seperti kapri muda dan wortel.

  • Fruktosa (laevulosa). Senyawa ini secara kimia mirip dengan glukosa, tetapi susunan atom dan molekulnya sedikit berbeda. Fruktosa dijumpai bersama glukosa di banyak buah-buahan dan madu.

  • Galaktosa. Secara kimia senyawa ini mirip dengan glukosa. Senyawa ini dihasilkan apabila senyawa disakarida laktosa dipecah dalam pencernaan.

  1. Disakarida. Karbohidrat jenis ini mempunyai rumus umum C12H22O11. Senyawa tersebut terbentuk jika dua molekul mmonosakarida bergabung dengan melepaskan satu molekul air.

Pembentukan disakarida:

Glukosa + fruktosa sukrosa + air

Glukosa + galaktosa laktosa + air

Glukosa + glukosa maltosa + air

Golongan disakarida meliputi sukrosa, laktosa dan maltose.

  1. Polisakarida. Senyawa ini adalah polimer hasil kondensasi monosakarida. Polisakarida tersusun atas banyak molekul monosakarida yang berikatan satu sama lain dengan melepaskan satu molekul air setiap kali ikatan terbentuk. Golongan polisakarida meliputi;

  • Pati adalah cadangan makanan utama pada tanaman. Senyawa ini sebenarnya merupakan campuran dari dua polisakarida yaitu amilosa dan amilopektin.

  • Selulosa. Manusia tidak memiliki enzim yang mampu memecah ikatan ini, karenanya selulosa tidak dapat digunakan sebagai bahan makanan. Meski demikian, selulosa sangat penting dalam proses pencernaan yakni sebagai sumber serat dalam susunan makanan yang berguna untuk menjamin kelancaran makanan di salliiran pencernaan serta mengatur pengosongan lambung secara periodic.

  • Glokogen, berfungsi sebagai bahan cadangan makanan bagi tubuh. Glikogen disimpan dalam hati dan otot untuk jangka waktu yang pendek dan akan dipecah manakala dibutuhkan.

  • Pectin, senyawa ini terdapat dalam buah seperti buah apel dan kulit buah jeruk serta sayuran akar.

  • Agar dan alginate, karbohidrat ini tidak mempunyai nilai nutrisi tetapi dalam membentuk gel, seperti pada pembuatan jeli.


Fungsi karbohidrat

  • Sebagai sumber energy. Setiap 1 g karbohidrat mengandung 4 kkal.

  • Sebagai penghasil lemak. Kelebihan karbohidrat dalam tubuh diubah menjadi lemak. Proses konversi ini berlangsung dalam hati meskipun lemak tersimpan di seluruh tubuh, yakni di dalam sel lemak jaringan adiposa.

  • Sebagai pasangan protein. Karbohidrat diperlukan dalam susunan makanan sebagai pasangan protein. Jika susunan makanan mengandung sedikit karbohidrat, presentase protein yang disediakan sebagai harus sumber energy akan lebih besar dari biasanya. Karena peran utama dari protein adalah sebagai bahan dasar pertumbuhan dan perbaikan jaringan yang rusak, maka asupam karbohidrat yang cukup harus diberikan, agar protein dapat digunakan untuk keperluan pertumbuhan.

Sumber karbohidrat

  • Serealia dan makanan yang terbuat dari serealia contohnya gandum, beras, dan jagung.

  • Gula murni (sukrosa)

  • Sayuran (mis, kentang, kacang-kacangan, sayuran hijau dan sayuran akar lain). Akan tetapi, kandungan karbohidrat dalam panganan tersebut lebih rendah.

  • Buah-buahan. Buah-buahan mengandung 5-10% gula. Makin manis rasa buah makin tinggi kandungan gulanya.

  • Susu. Susu memiliki kandungan gula laktosa.



  1   2   3

Share ing jaringan sosial


Similar:

Adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Dikatakan...

Tim peneliti dari Bagian Penyakit Dalam Rumah Sakit Karya Bhakti...

Pengertian Asuransi Jaminan Sosial Dalam Hubungan Kerja Diluar Jam Kerja

Cara Sederhana Mengatasi Anak Dengan Gizi Buruk

Konsumsi Zat Gizi Secara Berlebihan Pengaruh Karbohidrat bagi Kesehatan

Istilah Parasit-Penyakit Ikan

Istilah Narkoba merupakan singkatan dari…

Istilah yang Berhubungan dengan Kerusakan Hati

Istilah Penamaan dan Konstruksi Sosial Penyakit Alzheimer

Al Hijamah" berasal dari istilah Bahasa Arab yang berarti "

Medicine


Nalika Nyalin materi nyedhiyani link © 2000-2017
kontak
m.kabeh-ngerti.com
.. Home